
Sleman | Narasidesa.com – Petani di Desa Madurejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, melaksanakan panen perdana padi varietas Haji Muhammad Soeharto (HMS) 700 di lahan seluas hampir lima hektare, pada hari Selasa (16/12/2025). Panen yang dilakukan pada kawasan Desa Wisata Pengklik ini menunjukkan hasil menggembirakan dengan produktivitas mencapai sekitar 10 ton per hektare, atau hampir dua kali lipat dibanding varietas yang sebelumnya ditanam petani.
Varietas padi HMS 700 dikembangkan oleh Pusat Kajian Pertanian Organik (PKOT) Malang, Jawa Timur, dan ditanam dengan sistem organik serta penerapan teknologi pertanian modern. Program ini mendapat dukungan dari Yayasan Damandiri dan terbukti mampu meningkatkan hasil panen petani. Sebelumnya, produktivitas padi di wilayah tersebut berada pada kisaran 4 hingga 6 ton per hektare, namun kini meningkat hingga 10,2 ton per hektare.
Lurah Madurejo, Sumadi, menjelaskan bahwa penanaman padi HMS 700 merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Kalurahan Madurejo dan Yayasan Damandiri. “Kerjasama ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani di Kelurahan kami, tentunya dari awal kami dan kelompok tani di sini, seperti Gapoktan Madu Makmur, sangat menyambut baik program ini,” tuturnya.
Ke depan, program ini akan dikembangkan lebih luas dengan memanfaatkan sekitar 300 hektare lahan kas desa bersama 18 kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Madu Makmur. Hasil panen padi tersebut juga telah dipasarkan ke Bulog dengan harga sekitar Rp6.500 per kilogram.
Panen perdana ini turut mendapat perhatian dari Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, yang juga menjabat sebagai pengawas Yayasan Damandiri. Ia mendorong para petani untuk terus menanam padi HMS 700 sesuai prosedur agar hasil panen dapat maksimal. Menurutnya, varietas ini berpotensi dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia karena mampu meningkatkan produksi secara signifikan.
Sementara itu, Pengawas Yayasan Damandiri, Fuad Bawazier, menilai peningkatan produktivitas hingga lebih dari 10 ton per hektare menjadi solusi di tengah keterbatasan lahan pertanian. Dalam panen raya tersebut, Pemerintah Kalurahan Madurejo juga menggunakan mesin combine harvester, sehingga proses panen berlangsung lebih cepat, efektif, dan efisien. (Nch)
