
Sleman | Narasidesa.com — Upaya memperkuat daya saing produk unggulan desa berbasis pariwisata terus dilakukan di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman. Melalui pelatihan bertajuk TouriSME Connect, pelaku UMKM, petani ternak sapi perah, dan pelaku wisata desa didorong untuk mengintegrasikan produk lokal dengan ekosistem pariwisata Kaliurang dan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).
Pelatihan Strategi Pemasaran Produk Unggulan Desa Berbasis Ekosistem Pariwisata ini digelar pada Sabtu, 13 Desember 2025, di Kampoeng Mahoni, Tanen, Hargobinangun merupakn hasil kerjasama ABDSI dengan PT Jamkrindo serta Pemerintah Kalurahan Hargobinangun. Kegiatan diikuti sekitar 30 peserta yang berasal dari kelompok ternak sapi perah, pelaku UMKM olahan susu dan pangan lokal, pengelola hotel, restoran, dan kafe (horeka), asosiasi Jeep Adventure Kaliurang, pengelola desa wisata, serta pengurus BUMKal dan Koperasi Desa Hargobinangun.
Kalurahan Hargobinangun dikenal memiliki potensi ekonomi lokal yang kuat, khususnya dari sektor peternakan sapi perah beserta produk olahannya. Posisi geografis yang berada di kawasan wisata Kaliurang dan berdekatan dengan TNGM menjadikan desa ini memiliki peluang besar untuk mengembangkan produk lokal sebagai bagian dari pengalaman wisata. Namun, potensi tersebut dinilai belum optimal karena pemasaran produk desa masih berdiri sendiri dan belum terhubung secara sistematis dengan sektor pariwisata.
Pelatihan TouriSME Connect menghadirkan Cahyadi Joko Sukmono sebagai instruktur sekaligus konseptor program. Dalam sesi materi dan diskusi, Cahyadi menekankan pentingnya perubahan pendekatan pemasaran desa dari orientasi produk menuju penciptaan pengalaman wisata yang terintegrasi.

“Produk unggulan desa harus menjadi bagian dari cerita dan pengalaman wisata. Ketika UMKM, peternak, horeka, dan pelaku wisata terhubung dalam satu ekosistem, nilai tambah ekonomi desa akan tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Cahyadi.
Selain itu, pelatihan ini juga menghadirkan Heni Handri Utami, SP, MM, dosen UPN “Veteran” Yogyakarta yang berpengalaman dalam pengembangan pasar berbasis komunitas. Heni menyoroti pentingnya kolaborasi komunitas lokal, penguatan jejaring usaha, serta segmentasi pasar wisata yang tepat untuk meningkatkan daya saing produk desa.

Kegiatan pelatihan dirancang secara partisipatif melalui presentasi, studi kasus, diskusi kelompok, workshop, dan simulasi. Peserta difasilitasi untuk mengidentifikasi produk unggulan desa, memetakan segmen pasar wisata, serta merancang paket produk berbasis pengalaman (experience-based product). Paket yang dikembangkan antara lain wisata edukasi peternakan sapi perah, kuliner olahan susu khas desa, souvenir lokal, hingga kolaborasi produk UMKM dengan layanan Jeep Adventure dan horeka di kawasan Kaliurang.
Diskusi lintas pelaku menjadi ruang strategis untuk menyusun rencana kolaborasi pemasaran desa yang lebih terintegrasi. Hasil diskusi dan simulasi paket wisata-produk ini akan menjadi dasar penyusunan rencana tindak lanjut pengembangan pemasaran dan penguatan ekonomi desa Hargobinangun.
Melalui program TouriSME Connect, Kalurahan Hargobinangun diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai desa wirausaha berbasis pariwisata yang berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan, dengan mengoptimalkan sinergi antara produk lokal, komunitas, dan pengalaman wisata yang autentik
