Tingkatkan Kapasitas Publikasi Desa, Paniradya Keistimewaan DIY Gelar FGD Inovasi Layanan Publik dan Pelatihan Publikasi

ByAbdul Ghani

27 June 2026

Yogyakarta, 25 Juni 2026 – Paniradya Keistimewaan DIY menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Inovasi Layanan Publik dan Pelatihan Publikasi pada Kamis (25/6/2026) di Auditorium Balai Layanan Perpustakaan Grhatama Pustaka Lantai 2, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kalurahan dan kelurahan se-DIY, organisasi perangkat daerah terkait publikasi, puskesmas, serta mahasiswa magang di lingkungan Paniradya Keistimewaan DIY.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mendukung amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, serta Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui landasan hukum tersebut, pemerintah daerah dan kalurahan didorong untuk memperkuat transparansi, partisipasi masyarakat, serta penyebarluasan informasi publik yang akurat dan bermanfaat.

Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi sekaligus penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendokumentasikan dan mempublikasikan berbagai inovasi layanan publik yang berkembang di masyarakat. Melalui forum ini, peserta didorong untuk mampu mengemas informasi secara menarik, akurat, dan mudah dipahami sehingga berbagai praktik baik yang dilakukan pemerintah kalurahan, instansi kesehatan, maupun lembaga lainnya dapat diketahui masyarakat luas.

Pada sesi pelatihan publikasi, narasumber dari Tim Narasi Desa, Nurcholish, menyampaikan materi mengenai dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, penentuan nilai berita, serta strategi membangun narasi yang mampu menarik perhatian pembaca. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya verifikasi data, penyusunan struktur berita, hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana penyebarluasan informasi publik.

Dalam paparannya, Nurcholish menegaskan bahwa banyak program dan inovasi desa yang memiliki dampak positif bagi masyarakat, namun belum terdokumentasikan dengan baik. Akibatnya, berbagai praktik baik tersebut belum dikenal secara luas dan belum dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain.

“Setiap desa memiliki cerita dan inovasi yang layak diketahui publik. Tantangannya adalah bagaimana mengemas informasi tersebut menjadi tulisan yang menarik, faktual, dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Para peserta berbagi pengalaman mengenai tantangan publikasi di wilayah masing-masing, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia serta fasilitas internet juga minimnya dokumentasi kegiatan, hingga strategi meningkatkan keterlibatan masyarakat melalui media informasi desa.

Salah satu peserta mengaku memperoleh wawasan baru terkait teknik penulisan berita yang selama ini belum banyak dipahami. Menurutnya, pelatihan ini memberikan bekal praktis untuk menyampaikan informasi desa secara lebih profesional.

“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan kami di lapangan. Selama ini banyak kegiatan dan program yang sudah berjalan baik, tetapi belum terdokumentasikan dengan baik. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami menjadi lebih memahami cara menulis berita yang informatif dan menarik untuk dipublikasikan,” ungkap salah seorang peserta dari perwakilan kalurahan salamrejo. Tapi kami juga terkendala minimnya fasilitas pendukung internet walaupun saat ini sudah ada proveder swasta dan bumm cuma kurang maksimal karena belom menggunakan fiber optic harapan kami pemerintah bisa memfasilitasi desa salamrejo dan sekitarnya untuk bisa terakses internet secara lancar lewat fiber optik

Peserta lainnya dari sektor pelayanan kesehatan menilai kemampuan publikasi menjadi kebutuhan penting bagi instansi pemerintah dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.

“Publikasi bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat. Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang pentingnya narasi yang baik dalam mendukung pelayanan publik,” tuturnya.

FGD dan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Paniradya Keistimewaan DIY dalam mendorong penguatan inovasi layanan publik berbasis partisipasi masyarakat. Melalui peningkatan kemampuan publikasi, berbagai program unggulan dan praktik baik yang berkembang di Daerah Istimewa Yogyakarta diharapkan dapat terdokumentasikan secara berkelanjutan, mudah diakses masyarakat, serta menjadi referensi bagi pengembangan layanan publik di berbagai daerah.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak penulis dan kontributor informasi di tingkat kalurahan maupun instansi pelayanan publik, sehingga berbagai inovasi yang lahir dari masyarakat dapat tersampaikan secara luas, inspiratif, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pembangunan daerah.