Aktivasi Operasional, Aktivasi Keimanan
Suluk Desa #7 Renungan bagi Para Penggerak, Penjaga Amanah, dan Pencari Cahaya di Tengah Program Desa Malam jatuh perlahan di antara rapat dan laporan.Di layar-layar laptop yang masih menyala, para…
Dalam tradisi lama, suluk adalah perjalanan menuju hakikat, melewati yang zahir untuk menjangkau yang batin. Di sini, desa adalah jalannya. Setiap episode adalah satu langkah: dari data menuju makna, dari program menuju manusia.
Suluk Desa adalah kolom perjalanan batin penggerak desa, refleksi dari lapangan, bukan dari meja. Setiap episode merekam apa yang tidak tertangkap laporan: kegelisahan, kejernihan, dan pelajaran yang hanya datang saat kaki benar-benar menginjak tanah desa.
Suluk Desa #7 Renungan bagi Para Penggerak, Penjaga Amanah, dan Pencari Cahaya di Tengah Program Desa Malam jatuh perlahan di antara rapat dan laporan.Di layar-layar laptop yang masih menyala, para…
Suluk Desa 6: “Desa bukan sekadar tempat tinggal. Ia adalah tempat hidupnya kesadaran.”— CJS Di setiap sudut Desa dan Kalurahan Merah Putih,terdengar kembali gema langkah-langkah para pendamping,Business Assistant, Project Management…
Suluk Desa #5 “Ada jalan yang tak ditemukan oleh pencarian daring,karena ia hanya bisa dilalui dengan hati yang ikhlas.” Aku sering tersesat, bukan di jalan, tapi di dalam pikiran sendiri.Setiap…
Suluk Desa #4 “Bendera tidak berkibar sendirian — ia diangkat oleh tangan-tangan yang menjaga tanah, dan dijaga oleh jiwa-jiwa yang sadar bahwa mereka hidup untuk bangsa.” Beberapa hari lagi kita…
Suluk Desa #3 Negara bukan di gedung-gedung tinggi,tapi di tangan orang yang menyalakan lampu jalan agar anak-anak bisa pulang tanpa takut Suatu malam di sebuah dusun kecil, aku melihat kepala…
Suluk Desa #2 “Yang memberi tak kehilangan, yang menahan tak bertambah.Sebab dalam berbagi, sesungguhnya kita sedang menjaga keseimbangan semesta.” Beberapa waktu terakhir, aku sering duduk diam menatap padi yang mulai…
Suluk Desa #1 “Orang kota mencari desa untuk berlibur.Tapi orang yang mengenal dirinya, menemukan desa di dalam hatinya.” Kadang saya berpikir, mungkin yang disebut “desa” itu bukan sekadar tanah di…